Persetan Dengan Cinta
Kau menggali semakin dalam, mencari topeng dengan seuntai senyum sebagai tameng dikala dunia bahkan terus membuatmu terpuruk. Kau pernah berpikir untuk ceritakan keluh kesah padanya, tapi sayang, ia terus menutup telinga. Alasannya karena kau tak sama seperti lainnya. Kau sabar, cerdik, juga kuat. Sedang mereka merengek hanya untuk cinta yang kau tahu itu sia-sia. Selama ini kau dengar kalkun itu terbahak menertawakan pengemis cinta, katanya lebih baik pergi cari makan saja. Persetan dengan cinta ucapmu, namun pengemis cinta itu kini kamu. Merangkak memohon entah pada siapa yang bahkan tak kau kenali lubang hidungnya. Memang dasar si cinta buatmu gila, hingga manis dan pahit sulit kau bedakan rasanya. cinta tidak seburuk itu, kau tahu bukan? Darinya kau miliki seorang teman untuk menangis dan tertawa. Pada akhirnya, kutuk saja dunia. Masa bodoh dengan itu semua. Kau hanya butuh seorang teman. Seorang saja, hanya itu. Kau punya? Aku tidak :)
Tak semanis bulan Juli
Tasikmalaya, 26 Oktober 2019
Comments
Post a Comment