Apa yang Salah Dengan Berbeda?
Sebenarnya,
ada satu hal yang sampai sekarang masih sulit dimengerti buatku. Adalah
ketika kita dikritik, dijudge, disalahkan, dan semua hal yang berbau
menyudutkan tersebut adalah 'wajib' hukumnya untuk diterima. Kita
sebagai objek yang disudutkan ngga punya hak untuk membela sekalipun
ada alasan yang sepadan. If they say you're wrong, you are. Ketika kita bersuara untuk membela, muncullah bacotan "Dasar gatau diri", "Ngaca dong!", atau bacotan lainnya yang terus menjamur ketika kita bersuara. Mayoritas
kita sulit untuk keluar dari standarisasi atas suatu hal, ketika
sesuatu itu nampak berbeda dengan apa yang biasa mereka lihat dan mereka
tau, maka itu salah. Itu salah ketika tidak sama dengan standar yang
ada diantara mereka. Apa yang salah dengan menjadi berbeda?
Haruskah merujuk moto bangsa Indonesia? Bhinneka Tunggal Ika. Bukan sebuah rahasia lagi, semua rakyat Indonesia tau artinya, berbeda-beda tetapi tetap satu jua, namun tidak dengan maknanya. Haruskah diperjelas lagi dengan ragam di Indonesia? Agama, bahasa, suku, adalah hal-hal yang lumrah orang sandingkan dengan bhinneka tunggal ika. Lalu bukankah opini dan pandagan orang juga berbeda? Lazim kah disandingkan? Rasanya tidak. Bila merujuk moto tersebut, tunggal ika bermakna menjadi satu kesatuan yang bertujuan sama. Namun menjadi satu disana haruslah digarisbawahi karena maknanya adalah kita bersatu atas perbedaan dengan tidak menjudge apa yang orang lain percaya, bukannya menyamaratakan semua hal. Inilah mengapa kita *seharusnya* tidak perlu lagi mempermasalahkan bhinneka, perbedaan. Itu sudah kodratnya kita berbeda.
Hal ini juga berlaku untuk pelabelan seseorang tanpa tau latar belakangnya. Seringkali orang-orang mencap orang lain dengan istilah yang bahkan mereka tidak tau alasan mendasar apa yang menyebabkan orang tersebut berlaku demikian. Mereka dengan seenaknya bilang yang kita lakuin salah dan begini yang benar, itu salah ini yang benar. Yang jadi permasalahannya bukan pada objek yang mereka tuju. Justru merekalah masalahnya. Dengan tidak bisa menerima perbedaan orang lain mencerminkan seberapa rasisnya mereka, so, anyway rasis tidak selalu disandingkan dengan kulit hitam tapi dengan kelakuan orang-orang disekitar kitalah yang disebut rasis. Seberapa rendahnya mereka dengan tidak menjunjung makna bhinneka tunggal ika. Masalahnya juga ada pada mereka yang menyamaratakan semua hal dari bentuk tubuh, gelar adalah sukses, atau cara bersosialisasi. Itu adalah bentuk kuno pandangan hidup, sudah basi dan expired. Jadi, apa yang salah dengan berbeda?
Good✨
ReplyDelete